Cara Menanam Alamanda di Pot dari Bibit Stek atau Cangkok agar Rajin Berbunga
Cara menanam alamanda paling mudah dimulai dari bibit hidup hasil stek atau cangkok yang sudah berakar. Tanam di pot berlubang berdiameter 30–40 cm dengan media gembur, taruh di tempat yang kena matahari langsung minimal 6 jam, siram saat media atas mulai kering, dan pangkas ujung batang supaya rimbun dan rajin berbunga.
Halo, aku Alamanda, si bunga terompet kuning yang sering kamu lihat di pagar rumah atau taman kantor. Aku tumbuh cepat, suka panas, dan hampir sepanjang tahun bisa berbunga. Tapi kalau ditaruh di tempat teduh atau disiram berlebihan, aku cuma berdaun hijau. Yuk, kenalan dulu dengan caraku tumbuh.
Kenali dulu: alamanda kuning dan "alamanda pink"
- Alamanda kuning (Allamanda cathartica): yang paling umum. Bisa dibentuk jadi semak atau dibiarkan merambat di pagar.
- Alamanda pink atau merah muda: di pasar lokal sering dijual dengan nama alamanda, padahal banyak yang sebenarnya mandevilla (dipladenia). Perawatannya mirip, tapi mandevilla lebih kecil dan lebih tidak tahan media becek.
Getahku putih dan bisa membuat kulit gatal, dan semua bagian tanamanku tidak untuk dimakan. Pakai sarung tangan saat memangkas, dan taruh aku jauh dari jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan yang suka menggigit daun.
Bibit, stek, atau biji?
- Bibit hidup dalam polybag atau pot: paling praktis dan lebih cepat berbunga. Bibit dari stek atau cangkok warnanya sama dengan induknya.
- Stek batang: mudah dicoba kalau tetangga punya alamanda. Potong batang 15–20 cm, buang sebagian daun, tancapkan di media lembap dan teduh.
- Biji: jarang dipakai di rumah karena lama dan hasilnya tidak selalu sama.
Pot dan media tanam alamanda
Pot berdiameter 30–40 cm sudah cukup untuk bibit, dan wajib ada lubang di dasarnya. Racikan media sederhana:
- 2 bagian tanah kebun
- 1 bagian kompos atau pupuk kandang matang
- 1 bagian sekam bakar atau cocopeat supaya gembur
Langkah menanam bibit alamanda
- Istirahatkan bibit yang baru datang di tempat teduh terang 1–2 hari.
- Isi dasar pot dengan kerikil tipis, lalu media sampai sepertiga pot.
- Sobek polybag pelan, jaga gumpalan akar tetap utuh, dan tanam sedalam posisi semula.
- Isi media di sekelilingnya, tekan perlahan, lalu siram sampai air keluar dari lubang bawah.
- Setelah sekitar seminggu, pindahkan bertahap ke tempat yang panas.
- Kalau mau dirambatkan, pasang ajir atau tali ke pagar sejak awal dan ikat batang muda dengan tali lunak.
Perawatan supaya alamanda rajin berbunga
- Matahari: minimal 6 jam langsung. Ini kunci utama.
- Siram: saat media atas kering, siram sampai tuntas. Saat musim hujan, kurangi.
- Pupuk: pupuk berimbang tiap 2–4 minggu saat tumbuh, lalu pupuk tinggi fosfor dan kalium dosis rendah menjelang berbunga.
- Pangkas: potong ujung batang yang terlalu panjang. Bunga muncul di tunas baru, jadi pemangkasan ringan justru menambah bunga.
Masalah yang sering muncul
- Daun menguning dan rontok: biasanya media terlalu basah atau baru pindah pot. Cek lubang pot dan kurangi siraman.
- Daun lebat tanpa bunga: kurang matahari atau kebanyakan pupuk daun (nitrogen).
- Kutu putih di ketiak daun: lap atau semprot air sabun ringan, ulangi beberapa hari sekali.
Pertanyaan yang sering muncul
Alamanda bisa ditanam di pot kecil? Bisa untuk sementara, tapi aku cepat besar. Naikkan ukuran pot bertahap atau pangkas rutin.
Kenapa alamanda pink-ku tidak sebesar yang kuning? Kemungkinan besar itu mandevilla, yang memang lebih ramping dan merambat halus.
Berapa lama sampai berbunga? Tergantung ukuran bibit dan cahaya. Bibit yang sudah rimbun biasanya lebih cepat berbunga daripada stek baru.
Baca juga
- Penanganan bibit baru beli online
- Cara menanam petrea
- Tanaman tidak perlu disiram setiap hari
- Kenapa daun tanaman menguning?
Rekomendasi Tanam Man
Sebagian link di artikel ini mengarah ke postingan produk Tanam Man yang berisi link afiliasi Shopee. Kalau kamu beli lewat link itu, Tanam Man dapat komisi kecil tanpa biaya tambahan untukmu. Isi artikel tetap berguna walaupun kamu tidak membeli apa pun.
Komentar
Posting Komentar