Pot Plastik vs Pot Tanah Liat: Duel Versi Akar Tanaman | Tanam Man
Halo! Aku mau curhat soal tanamanmu.

Belajar tanaman, tapi seru.

 
Maskot Tanam Man

 Rekomendasi Tanam Man

Bibit, pot, pupuk, dan alat pilihan, lengkap dengan alasannya.

Lihat semua
 

Link affiliate: kami bisa dapat komisi tanpa biaya tambahan untukmu.

 
 
Lihat semua produk

Pot Plastik vs Pot Tanah Liat: Duel Versi Akar Tanaman

 
Pot Tanaman Lubang Extra Plastik Hitam D30

Pot plastik vs pot tanah liat, mana yang lebih baik? Jawabannya tergantung tanaman dan lingkunganmu. Pot tanah liat membuat media lebih cepat kering dan sejuk, jadi cocok untuk kaktus, sukulen, anggrek, dan tempat yang lembap. Pot plastik menahan lembap lebih lama, ringan, dan murah, jadi cocok untuk cabai, sayur, tanaman yang suka lembap, dan tempat yang panas berangin.

Selamat datang di arena duel versi akar tanaman. Di sudut kiri, Pot Plastik: ringan, murah, dan ada di mana-mana. Di sudut kanan, Pot Tanah Liat: berpori, berat, dan klasik. Jurinya bukan manusia, tapi kami, akar-akar yang tinggal di dalamnya. Kami akan menilai dari hal yang benar-benar kami rasakan: air, udara, suhu, dan kenyamanan jangka panjang.

Ronde 1: Pengaturan air

Pot tanah liat punya dinding berpori. Sebagian air siraman meresap ke dinding lalu menguap ke udara. Hasilnya, media mengering lebih cepat dan bagian dasar pot jarang tergenang. Untuk akar kaktus, sukulen, dan anggrek yang benci basah lama, ini kemewahan.

Pot plastik tidak berpori. Air hanya keluar lewat lubang dan menguap dari permukaan media. Media bertahan lembap lebih lama. Untuk akar cabai di teras panas atau sayur daun yang rakus air, ini justru keuntungan, karena kamu tidak perlu menyiram tiga kali sehari.

Skor akar: seri. Tanah liat menang untuk tanaman yang suka kering, plastik menang untuk tanaman yang suka lembap.

Ronde 2: Udara untuk akar

Akar juga bernapas. Dinding tanah liat membiarkan sedikit udara masuk, dan karena media lebih cepat kering, rongga udara di media juga lebih cepat terbuka kembali setelah disiram. Pot plastik mengandalkan lubang drainase dan media yang porous. Pot plastik dengan lubang banyak di dasar dan sisi bisa mendekati kenyamanan tanah liat.

Skor akar: tanah liat unggul tipis, kecuali pot plastiknya berlubang banyak.

Ronde 3: Suhu

Di bawah matahari tropis, dinding pot plastik hitam bisa sangat panas, dan akar di tepi pot ikut kepanasan. Pot tanah liat terasa lebih sejuk karena penguapan dari dindingnya mendinginkan pot, mirip kendi air. Kalau potmu dijemur seharian di semen yang panas, tanah liat lebih ramah. Kalau pakai plastik, pilih warna terang, beri mulsa di permukaan media, atau tempatkan pot di atas alas kayu.

Skor akar: tanah liat menang.

Ronde 4: Berat dan stabilitas

Pot tanah liat berat. Ini bagus untuk kaktus kolom, tanaman tinggi, dan teras berangin, karena pot tidak gampang terguling. Tapi berat juga merepotkan kalau kamu sering memindahkan pot atau menaruhnya di rak gantung dan balkon. Pot plastik ringan, gampang diangkat untuk disiram di wastafel, dan aman untuk rak bertingkat.

Skor akar: tergantung tempat. Tanaman tinggi di luar pilih tanah liat, koleksi banyak di rak pilih plastik.

Ronde 5: Daya tahan dan perawatan

Pot plastik tahan banting, tapi bisa getas dan pudar kalau kena matahari terus bertahun-tahun. Pot tanah liat tidak rusak oleh matahari, tapi bisa retak kalau jatuh dan dindingnya sering berlumut atau berkerak putih dari mineral air. Kerak ini tidak berbahaya, hanya soal tampilan. Keduanya bisa dipakai ulang: cuci dengan sabun, sikat, lalu jemur sebelum dipakai untuk tanaman baru.

Skor akar: seri.

Ronde 6: Ramah dompet

Untuk kebun yang tanamannya banyak, seperti puluhan cabai atau sayur, pot plastik dan polybag jelas lebih hemat. Pot tanah liat terasa sebagai investasi, biasanya dipilih untuk tanaman koleksi atau tanaman yang tampil di depan. Kabar baiknya, kamu tidak harus memilih satu untuk semua tanaman.

Hasil akhir: pilih sesuai penghuninya

  • Pilih tanah liat atau teracota untuk: kaktus, sukulen, anggrek dendrobium dan cattleya, lidah mertua, adenium, tanaman di tempat lembap atau teduh, dan kamu yang cenderung terlalu rajin menyiram.
  • Pilih plastik berlubang banyak untuk: cabai, tomat, terong, sayur daun, tanaman hias yang suka lembap seperti sirih gading, tanaman di tempat panas dan berangin, dan kamu yang sering lupa menyiram.

Perhatikan juga bahwa cara menyiram harus menyesuaikan pot. Kalau kamu memindahkan tanaman dari pot plastik ke tanah liat, siapkan diri untuk menyiram sedikit lebih sering. Kebalikannya, dari tanah liat ke plastik, kurangi frekuensi siraman supaya akar tidak kebanjiran.

Satu hal yang lebih penting dari bahan pot

Dari semua ronde, ada satu faktor yang kekuatannya mengalahkan bahan pot: lubang drainase. Pot tanah liat tanpa lubang tetap bisa membuat akar busuk, dan pot plastik dengan lubang banyak bisa membuat kaktus bahagia selama medianya porous. Jadi sebelum memperdebatkan plastik atau tanah liat, pastikan dulu air bisa keluar dari dasar pot.

Faktor kedua adalah media tanam. Media yang padat akan membuat pot terbaik pun terasa sesak. Mulai besok, kami akan membahas media tanam satu per satu, dimulai dari media untuk aglonema.

Cara cepat menguji pot yang sudah kamu punya

Tidak perlu beli pot baru untuk tahu apakah pot lamamu cocok. Siram tanaman sampai air keluar dari lubang, lalu catat berapa hari media sampai kering di kedalaman satu ruas jari. Kalau tanaman yang suka kering (kaktus, sukulen, lidah mertua) medianya masih basah lebih dari seminggu, pindahkan ke pot tanah liat atau ganti media dengan yang lebih porous. Kalau tanaman yang suka lembap (cabai, sayur, sirih gading) medianya sudah kering kerontang dalam setengah hari, pot plastik atau pot yang lebih besar akan membantu.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah pot tanah liat harus direndam dulu? Pot baru yang kering akan menyedot air dari media. Merendamnya beberapa menit sebelum dipakai membantu, terutama untuk tanaman yang baru dipindah.

Bolehkah memasukkan pot plastik ke dalam pot tanah liat? Boleh, sebagai pot luar. Tapi efek penguapan tanah liat tidak lagi dirasakan akar.

Pot plastik bekas aman untuk tanaman sayur? Umumnya aman kalau bekas wadah makanan atau cat air yang sudah dicuci. Hindari bekas bahan kimia berbahaya.

Rangkuman versi akar

Duel pot plastik vs pot tanah liat tidak punya pemenang mutlak. Tanah liat menang di pengaturan air untuk tanaman yang suka kering, suhu, dan stabilitas. Plastik menang di kelembapan untuk tanaman yang suka lembap, bobot, dan harga. Yang wajib ada di keduanya hanya satu: lubang. Kalau ingin mencoba keduanya, ini beberapa pot yang sudah kami bahas di artikel sebelumnya.

Rekomendasi Tanam Man

Sebagian link di artikel ini adalah link afiliasi Shopee. Kalau kamu beli lewat link itu, Tanam Man dapat komisi kecil tanpa biaya tambahan untukmu. Isi artikel tetap berguna walaupun kamu tidak membeli apa pun.

Pot Anggrek Gerabah Tanah Liat Diameter 20 cm
Pot Terracotta Gerabah Tanah Liat Polos 8 cm

Baca juga

 

Komentar

Mau brand kamu diceritakan Tanam Man?

Kami bikin video karakter tanaman yang lucu dan gampang diingat, untuk brand apa saja, bukan cuma produk kebun.

Pernah bekerja sama denganMOELLSOSOFT